Tuesday, November 28, 2006
PERBEDAAN
Dalam era demokrasi berbeda pendapat bukan ber arti harus berpecah, perbedaan menjadi hal yang wajar jika setiap individu menyikapi dengan bijaksana. Sang Pencipta mengajarkan kita untuk menyikapi perbedaan dengan nilai-nilai positif, lihatlah, air mengalir karena ada perbedaan ketingian/dataran, angin berhembus karena ada perbedaan suhu dibumi, manusia berkembang biak pada dasarnya karena ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Lantas apakah hukum alam ini tidak pernah mengajarkan kita untuk berpikir ?? menyikapi perbedaan dengan nilai-nilai positif, meramunya menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti alam mengajarkan pada kita.
align="justify">
Manusia dilengkapi dengan akal, pikiran dan emosi. Akal dan pikiran menjadi sesuatu yang sangat berharga jika kita gunakan pada kondisi EMOSI yang tenang dan stabil. Emosi yang tenang dan stabil merupakan dasar untuk berpikir sehat dan terang, emosi yang tenang dan stabil merupakan landasan, Emosi yang tenang dan stabil merupakan pijakan, karena itu manusia menjadi sangat bodoh ketika mereka sadar atau tidak sadar dikuasai EMOSI yang membabi buta terhadap sebuah perkara, baru setelah itu mereka menggunakan pikiran dan akal sehat mereka untuk membuat sebuah Keputusan.
Coba renungkan, tangan ini menjadi optimal karena ke-5 jari jemari berbeda, telunjuk berbeda dengan ibu jari, jari tengah berbeda dengan telunjuk, jari manis tidak identik dengan kelingking tetapi semua menjadi optimal karena semua berbeda......
Lagi-lagi sang Maha Pencipta menunjukan kebesarannya dengan memberikan contoh bagi kita semua untuk berpikir positif, buat para kawan-kawan yang mengaku berjiwa demokratis, jadikanlah perbedaan sebagai kekuatan, seperti AIR yang mengalir, Angin yang berhembus dan Jari-jemari yang kita miliki.
Semoga kawan-kawan yang membaca tulisan ini dapat membuka hati dan menerima segla bentuk perbedaan dengan hati yang LAPANG.
Suatu hari ada seorang anak yang mengkritik orang tuanya, karena beberapa hari kebelakang dia tidak menerima lagi uang jajan yang biasanya dia terima,
“ ayah kok aku gak dikasih uang saku, kan ayah sudah janji setiap hari aku akan dapat uang saku dari ayah sebesar Rp.5000,- / hari “ cetus sang anak, sang ayah yang penyabar menjawab “ oh… itu demi kebaikan kamu, ayah berencana akan menambah uang saku kamu, jika kamu memberikan bukti yang cukup bahwa uang saku yang selama ini ayah berikan kepada kamu gunakan untuk hal-hal yang positif” , jawab sang ayah dengan tenang, jawaban tersebut ternyata tidak membuat sang anak tersinggung, anak tersebut langsung mengambil buku tabungannya dan menunjukan kepada ayahnya sambil berakata “ ini ayah….aku selalu menyisihkan uang saku ku untuk menabung dan sebagain aku gunakan untuk jajan ”, melihat hal tersebut ayah sang anak tersenyum, dia bangga bahwa dia telah membesarkan anaknya dengan cara yang benar.
Pada dialog diatas ada beberapa hal menarik yang bisa kita simpulkan, bahwa bersikap terbuka bukan hanya akan mendidik kita menjadi dewasa tetapi juga akan mendidik orang lain bersikap lebih dewasa, pendelegasian kepercayaan menjadi hal yang patut dilakukan sebagai seorang pemimpin, sang ayah sebagai pemimpin keluarga tidak menganggap KRITIK sebagai sesuatu yang bersifat menyerang, sang ayah dengan terbuka menjelaskan kepada anaknya maksud dan tujuan dari perbuatannya, sang ayah menghargai anaknya sehingga ia tumbuh menjadi anak yang berpikir positif dan bersikap lebih bijaksana.
Berapa banyak orang menyikapi kritik dengan cara-cara yang bijak ?? apalagi ketika kritik di cetuskan oleh orang yang menurut kita masih HIJAU, banyak para pemimpin yang cendrung marah, memaki, ketus, bahkan menghina para anak buahnya yang mengkritiknya, ini lah pola -pola yang sering kita lakukan, sehingga kita cendrung membentuk lingkungan dan anak buah kita menjadi tidak dewasa dengan secara implist menyikapi bahwa KRITIK adalah musuh dan tidak boleh ada orang yang mengkritik saya.
Faktanya adalah bahwa yang dapat menilai diri kita secara objektif hanya orang lain, karena itu ambilah kritik sebagai vitamin untuk membuat diri kita menjadi lebih sehat, dengan begitu tidak perlu kita menjadi gundah ketika ada orang yang mengkritik, cermati saja kritik tersebut dan lakukan pemetaan terhadap diri kita, jika memang benar, perbaiki saja diri kita, dengan begitu kita mengajarkan kepada anak buah dan orang-orang disekitar kita untuk tidak terjebak kepada pola pengajaran SALAH ASUH.
Jadilah pemimpin yang baik yang tidak mengajarkan anak buahnya dan orang-orang disekelilingnya kepada hal-hal yang membentuknya menjadi lembek dan memiliki mental TEMPE, siapkah kita .....??

27 Mei 2006 jogja digoncang
gempa 6.2 SR, fenomena alam yang dasyat itu menggoncang daerah
istimewa yang memiliki banyak peninggalan bersejarah, ribuah orang meninggal dunia, ribuan orang luka-luka, ribuan rumah hancur, ribuan orang kehilangan sanak saudara, ribuan orang merintih, menangis dan meratapi bencana ini.
Peristiwa ini meninggalkan banyak luka dan trauma, belum usai bencana tsunami aceh dengan titian tangis dan air mata, gempa dijogja datang dengan ribuan derita dan rintihan kesakitan, sungguh diluar dugaan, merapi yang sejak awal diprediksi akan menimbulkan bencana yang akan menelan banyak korban jiwa ternyata aman, dan yang terjadi adalah gempa tektonik dengan skala 6.2 SR, sungguh Allah itu maha menentukan.
Menyaksikan dampak dari bencana ini, adalah sesuatu yang sangat menyentuh nurani, membuat mata menjadi basah, dan akal menjadi buta dengan berpikir bahwa yang maha kuasa tidak pernah mendengar akan doa kita.
Sebagai bagian dari anak bangsa kita tidak bisa diam saja menyaksikan hal ini, sebagai muslim kita harus melakukan sesuatu untuk saudara-saudara kita di jogja, paling tidak kita sucikan diri kita, bersihkan hati kita untuk melantunkan sepenggal doa.
Ya Allah…. luruskan hati kami untuk tidak berprasangka buruk kepada Mu, Ya Allah… luruskan para pemimpin kami untuk tidak melakukan segala perbuatan yang bertentangan dengan perintah Mu, Ya Allah…. Berilah ketabahan dan kekuatan iman kepada kami dan saudara-saudara kami dalam menghadapi ujian ini, Ya Allah… ikhlaskan hati kami sebagai muslim yang taat kepada Mu untuk tetap memiliki semangat dalam membangun negeri ini.
Untuk saudara-saudara ku yang tertimpa musibah gempa di jogja, jangan putus asa menghadapi semua ini, yakinlah bahwa Allah tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan umatnya. Kami memahami segala penderitaan kalian dan kami mengerti bahwa kalian telah banyak kehilangan orang-orang yang kalian kasihi, semoga kepergian mereka adalah syuhada bagi kita semua, semoga ketabahan kalian adalah bekal dihari nanti dan semoga keikhlasan kalian akan membawa kejalan yang lebih baik, jalan yang lurus, yaitu jalan yang diridhoi oleh Allah swt. Amin.
by:
Zc
Bandung, hari yang hilang, Mei, 2006Suatu hari, ayah dari suatu keluarga yang sangat sejahtera membawa anaknya bepergian ke suatu negara yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil pertanian, dengan maksud untuk menunjukkan bagaimana kehidupan orang-orang yang miskin. Mereka menghabiskan waktu berhari-hari di sebuah tanah pertanian milik keluarga yang terlihat sangat miskin. Sepulang dari perjalanan tersebut, sang ayah bertanya kepada anaknya, "Bagaimana perjalanan tadi?" "Sungguh luar biasa, Pa.""Kamu lihat kan bagaimana kehidupan mereka yang miskin?" tanya sang ayah. "Iya, Pa," jawabnya. "Jadi, apa yang dapat kamu pelajari dari perjalanan ini?" tanya ayahnya lagi. Si anak menjawab, "Saya melihat kanyataan bahwa kita mempunyai seekor anjing sedangkan mereka memiliki empat ekor. Kita punya sebuah kolam yang panjangnya hanya sampai ke tengah-tengah taman, sedangkan mereka memiliki sungai kecil yang tak terhingga panjangnya. Kita memasang lampu taman yang dibeli dari luar negeri dan mereka memiliki bintang-bintang di langit untuk menerangi taman mereka. Beranda rumah kita begitu lebar mencapai halaman depan dan milik mereka seluas horison. Kita tinggal dan hidup di tanah yang sempit sedangkan mereka mempunyai tanah sejauh mata memandang. Kita memiliki pelayan yang melayani setiap kebutuhan kita tetapi mereka melayani diri mereka sendiri. Kita membeli makanan yang akan kita makan, tetapi mereka menanam sendiri. Kita mempunyai dinding indah yang melindungi diri kita dan mereka memiliki teman-teman untuk menjaga kehidupan mereka." Dengan cerita tersebut, sang ayah tidak dapat berkata apa-apa. Kemudian si anak menambahkan, "Terima kasih, Pa, akhirnya aku tahu betapa miskinnya diri kita." "Terlalu sering kita melupakan apa yang kita miliki dan hanya berkonsentrasi terhadap apa yang tidak kita miliki. Kadang kekurangan yang dimiliki seseorang merupakan anugerah bagi orang lain. Semua berdasar pada perspektif setiap pribadi. Pikirkanlah apa yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada Tuhan atas anugerah yang telah disediakan oleh-Nya bagi kita daripada kuatir untuk meminta lebih lagi "
by :
Zc
Hukum adalah refleksi siapa yang berkuasa ( surya candra ) kalimat ini dikutip dari diskusi teman-teman SP/SB dengan TURC beberapa waktu yang lalu digedung JOEANG jakarta, ternyata kalau melihat kondisi saat ini statement itu ada benernya juga, coba lihat ketika UU 13 tahun 2003 akan diundangkan, semua kalangan buruh menolak, DEMO dilakukan dimana-mana, bahkan upaya hukum Yudisial review juga ditempuh oleh kalangan SP/SB tapi apa hasilnya ??? UU ini tetap diberlakukan meskipun kita sama-sama tahu UU 13 tahun 2003 jauh lebih buruk dari UU sebelumnya yaitu UU 12 tahun 1948.
Sedikit kilas balik kebelakang, UU 12 tahun 1948 dan UU 33 tahun 1947 adalah 2 produk undang-undang yang dirasakan paling memihak terhadap kaum buruh, bahkan pada saat itu Undang-undang 12 tahun 1948 adalah UU yang terbaik se ASIA dalam konteks proteksi terhadap tenagakerjaan, LUAR BIASA ternyata Indonesia pernah memiliki prestasi membanggakan tentang undang-undang ketenagakerjaan, lantas apa yang membuat hal itu dapat terwujud ??
Pada masa perjuangan kemerdekaan, buruh sangat berperan dengan mendirikan laskar buruh yang turut berpartisipasi dan berperan aktif dalam merebut kemerdekaan, sehingga komponen buruh pada saat itu merupakan bagian dari masyarakat yang sangat dihargai dan diperhitungkan, dalam parlemen, buruh memiliki 30% suara sehingga buruh dapat mewarnai kebijakan-kebijakan parlemen dalam menetapkan Undang-undang, yang salah satu diantaranya adalah UU 12 tahun 1948.
kalau begitu apa MIMPI kita tentang GENERASI BURUH MENDATANG dengan kondisi perburuhan saat ini ?? kita dihadapkan dengan banyak hal yang sangat memberatkan, globalisasi yang tidak berpihak keburuh, tinggkat panggangguran yang semakin tinggi, rendahnya minat investasi, lemahnya penegakan hukum, korupsi yang merajalela, dan yang terakhir adalah rencana REVISI UU 13 tahun 2003 yang sangat menyakitkan kaum buruh, yang didalamnya menyangkut, Penggunaan tenaga kerja yang fleksibel ( mudah direkrut dan mudah di PHK ), Pengunaan waktu kerja yang fleksibel ( tidak ada jamian terhadap pekerjaan ), Tidak ada jaminan sosial, tidak ada jaminan atas keselamatan ditempat kerja, tidak ada perlindungan terhadap kesehatan kerja, tidak ada jaminan hari tua, tidak ada Jaminan terhadap upah layak dll, yang berkaitan dengan kewajiban pemberi kerja untuk memberikan kesejahteraan, semua itu akan dihapus melalui revisi UU 13 tahun 2003.
Apakah kita akan berdiam diri ???Akan kita bawa kemana generasi buruh mendatang ??created by :
Zc

Alarm beker telah berbunyi, matahari mulai tampak, ayam pun berkukuruyuk dengan semangat tetapi entah kenapa pagi ini aku begitu malas untuk beranjak dari tempat tidur, mungkin karena terlalu sering kerja lembur, membuat otot –otot ini menjadi kelelahan dan kaku.
Dalam keseharian ku kadang terbesit dalam angan ku untuk menjalankan pekerjaan dengan standar waktu yang normal tanpa harus memaksakan kerja lembur, tetapi apa mau dikata, gajiku hanya cukup untuk makan sebulan, aku harus cari tambahan untuk bayar kontrakan, listrik, air, transport sehari-hari dan keperluan lainya.
Ya..inilah aku, buruh pabrik yang miskin meskipun negaraku kaya akan sumber daya alamnya, kata orang, negaraku terdiri dari ribuan pulau, tapi yang jelas aku tidak pernah menginjakan kaki ku dipulau lain selain jawa, kata orang, Negara ku telah melaksanakan swasembada pangan tapi yang kutahu aku makan dari beras impor Vietnam, masih kata orang, dinegaraku terdapat tambang emas yang sangat besar, tapi apakah itu menjadi kekayaan masyarakat dinegaraku ??? gak tau deh…. Yang jelas sampai hari ini, untuk membeli under wear aja aku harus menghemat gajiku selama 3 bulan, padahal itu adalah cita-citaku saat ini.
Seandainya saja gajiku cukup layak untuk dijadikan andalan penghasilanku ??? yang pertama ingin aku lakukan adalah stop lembur ( biar punya waktu luang ), trus beli rumah ditengah kota dengan suasana yang asri ( biar bisa jalan-jalan sore and lari pagi, kan udah gak lembur !! ), trus beli mobil pribadi yang tertutup biar gak keujanan, kedinginan or kepanasan ( soalnya kalo shift 2 pulang naik ojeg dingin cing…! ), trus cari istri yang cantik and pinter masak ( malu ngutang mulu diwarteg sebelah.. ), kemudian yang terakhir yang gak mungkin aku lupain dan paling favorit dalam cita-cita ku adalah beli 2 lusin under wear ( Soalnya yang lama udah belel semua nih ).
TAPI……
Ya ampun udah jam 7 lewat,......... bisa terlambat nih, gue ketiduran,
ternyata gue mimpi lagi……………
Mimpi seorang buruh untuk yang kesekian kalinya tentang rumah, mobil, istri dan yang paling gue idam-idamkan kan, 2 lusin under wear.
Udah lah kalau gitu sekarang cepet mandi, trus berangkat kerja jangan lupa lembur, demi sebuah cita-cita 2 LUSIN UNDER WEAR.
By :
Zc